Friday, June 18, 2010


Machu Picchu, salah satu dari bangunan paling bersejarah di dunia yang menunjukkan betapa majunya pengetahuan akan teknik merancang membangunkan peradaban masa lalu. Ketika Hiram Bingham, seorang profesor muda Yale menemui Machu Picchu pada 1911, tempat ini
sangatlah tersembunyi dan tertutup dengan tumbuhan yang lebat di sekitarannya. Ia terletak hampir ketinggian 8000 kaki di permukaan laut. Bangunan menakjubkan yang terletak di pergunungan Andes ini relatif selama beratus tahun lamanya tanpa terusik oleh kehadiran
manusia. Kini, hampir 2500 ribu pelancong berkunjung ke Machu Picchu di setiap harinya. Bingham mempercayai bahawa tempat ini mempunyai erti yang sangat besar akan kelahiran satu peradaban yang menjadi legenda di dunia iaitu Inca Empire. Satu peradaban asli yang besar dari benua Amerika yang telah hilang. Terdapat ribuan artifak yang sangat tinggi nilainya di Machu Picchu. Kini sebahagian besar artifak-artifak tersebut sedang menjadi bahan penelitian untuk menggali lebih dalam lagi sejarah dari peradaban suku Inca.

Sumber : http://pelikitubenar.blogspot.com


Stonehenge merupakan satu binaan yang dibina pada zaman Gangsa dan Neolitik. Ia terletak berhampiran dengan Amesbury di Wiltshire, England, 13km (8 batu) barat laut Salisbury.

Stonehenge ini terdiri dari tiga puluh batu tegak (sarsens) dengan ukuran yang sangat besar (masing-masing batu pada mulanya seragam tingginya, yaitu 10 meter dengan masing-masing batu mempunyai berat 26 ton), semua batu tegak tersebut disusun dengan bentuk tegak melingkar yang dikenal sebagai megalithikum.

Terdapat perdebatan mengenai usia sebenarnya lingkaran batu itu, tetapi kebanyakan arkeologi memperkirakan bahawa sebahagian besar bangunan Stonehenge dibuat antara 2500-2000 SM. Bundaran tambak tanah dan parit membentuk fase pembangunan monumen Stonehenge yang lebih, awal sekitar 3100 SM.

Walaupun seusia dengan ( henges ) zaman Neolithikum yang menyerupai Stonehenge, Stonehenge mungkin memiliki keterkaitan dengan bulatan batu lain yang terdapat di British Isle seperti Cincin Brodgar namun ukuran trilitonnya sebagai contoh menjadikannya unik. Tempat ini dimasukkan dalam daftar Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1986.

Di dalam 30 lingkaran batu besar tadi, juga masih terdapat sekitar 30 batu dengan ukuran yang lebih kecil yang dinamakan Lintels, yang disusun dengan bentuk melingkar juga.Tapi pada saat ini kebanyakan batu-batu tegak tadi telah terkikis dan jatuh.

Mitos dan legenda

Batu Tumit ( The Heel Stone ) pada suatu masa dikenal sebagai Friar’s Heel. Cerita rakyat, yang tidak dapat dipastikan asalnya lebih awal dari abad ke tujuh belas, menceritakan asal nama batu ini.

Sebagian pendapat mendakwa Tumit Friar ( “Friar’s Heel” ) adalah perubahan nama “Freya’s He-ol” atau “Freya Sul”, dari nama Dewa Jerman Freya dan (didakwa) perkataan Welsh bagi “laluan” dan “hari matahari” menurut turutan.

Sebuah argumen yang mengejutkan tentang sejarah Stonehenge di kemukakan oleh seorang ahli Sejarah dan Topografi Irlandia, Gerald Wales. Dia menyebutkan bahwa Manusia Raksasa telah membawa batu-batu maha besar tersebut dari Afrika ke Inggris.

Dari struktur geologi pada batu-batu penyusun Stonehenge sendiri memang menunjukkan bahwa batu-batu maha besar itu bukanlah berasal dari wilayah Eropa, karena strukturnya sangat berbeda, namun mirip dengan batu-batuan dari wilayah Afrika.

Stonehenge juga dikaitkan dengan legenda Raja Arthur. Geoffrey dari Monmouth berkata bahwa tukang sihir Merlin telah melakukan pemindahan Stonehenge dari Irlandia, di mana ia telah dibangun di Gunung Killaraus oleh raksasa yang membawa batu-batu tersebut dari Afrika.

Jika Manusia raksasa itu memang ada, seperti yang kita ketahui, pembangunan The Great Pyramid Giza Mesir, katanya juga ada sangkut pautnya dengan para Manusia Raksasa. Bagaimana cara mereka membawa batu-batu berat tersebut? Mungkin hal ini dimungkinkan jika Manusia Raksasa dengan tinggi 7-10 meter yang mengangkut sekaligus menyusun bebatuan tersebut.

Adakah gambar di bawah ini yang dikatakan Manusia Raksasa itu?

Sumber : https://muhdhazrie.wordpress.com

Gambar ini menunjukkan satu fenomena yang dipanggil awan gulung ( roll cloud ) yang terbentuk daripada udara sejuk. Ia biasa terjadi apabila satu medan ribut yang menarik udara basah akan naik, ketika keadaan satu titik dingin berlaku, maka satu awan dikenali sebagai takat embun.Bila ini berlaku di sepanjang satu medan, satu awan gulung mula terbentuk. Walaupun ia kelihatan seperti satu taufan, awan-awan ini tidak akan menjadi taufan.

Jurugambar Daniela Eberl mengambil foto ini di Las Olas Beach, Maldonado, Uruguay.


;;
Related Posts with Thumbnails

Template by:
Free Blog Templates